Lidah memang tak bertulang. Bentuknya
pun kecil mungil. Letaknya juga tersembunyi di dalam rongga mulut. Dan hanya
keluar jika dijulurkan. Sama sekali tak mampu bekerja sendiri tanpa komando dan
kerjasama dengan organ tubuh yang lain.
Meski kecil, lidah bisa menjadi sebab
perkara besar di dunia dan akhirat. Sangat banyak fitnah yang terjadi, dan
sebab utamanya adalah lidah yang tak terjaga. Melimpah pula ghibah yang disebut
sebagai memakan daging saudara yang telah mati, dan lidah pula asalnya. Pun
dengan pertikaian yang dahsyat antara seorang individu, kelompok masyarakat,
hingga kehidupan berbangsa dan negara, dan di antara sebab utamanya adalah
lisan yang tak terpelihara.
Maka berhati-hatilah dengan satu organ
yang bentuknya kecil ini, tapi bisa menghasilkan dampak kerusakan yang amat
besar. Bahkan, melalui apa yang dihasilkannya, ia bisa memicu terbukanya pintu
godaan setan bagi seorang hamba.
Waspadailah hal ini. Pun hanya satu
kalimat amat singkat.
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan
lebih dicintai Allah di banding mukmin yang lemah. Pada keduanya terdapat
kebaikan. Senantiasalah berupaya mengerjakan semua yang berguna bagimu, dan
mohonlah pertolongan kepada Allah Ta’ala, dan janganlah engkau menjadi lemah.”
Demikian itu sabda Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam
Shahihnya. Upayakan semua jalan menuju kebaikan dengan sungguh-sungguh, dan
mohonlah pertolongan kepada Allah Ta’ala. Pun, terkait lisan ini. Berniatlah
untuk menjaganya, dan hanya menggunakannya untuk kebaikan.
Namun, jika upaya perbaikan amal belum
membuahkan hasil, simaklah petuah Nabi dalam kelanjutan sabdanya ini, “Dan jika
engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah berkata, ‘Seandainya aku berbuat
demikian, dan demikian, niscaya akan terjadi demikian dan demikian.’”
Sebagai kesatuan petunjuk; ketika
ada yang terlarang, maka terdapat pula perintah yang dianjurkan. “Tetapi,”
lanjut Nabi, “katakanlah, ‘Allah telah mentakdirkan, dan apa yang Dia
Kehendaki-lah yang Dia lakukan.’"
Di antara sebabnya, mengapa kalimat
‘seandainya’ dilarang, pungkas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
menjelaskan, “Karena ‘seandainya’ akan membukakan pintu godaan setan.”
Waspadalah. Jaga lisan agar mengatakan
kebaikan saja. Sebab satu kalimat salah, ianya bisa menjadi sebab kehancuran
seorang individu, keluarga, kelompok masyarakat, hingga kumpulan yang lebih
besar lagi.
Semoga bermanfaat. Mohon bantuan
sebarkan kepada yang lain..
