Setiap orang tentu punya solusi dan penanganan tersendiri ketika jatuh sakit
secara tiba-tiba. Saya punya 8 ekor kucing dan selalu saya amati
gerak-geriknya. termasuk jika sedang sakit.Secara pribadi. saya pernah
mengamati kucing di rumah yang kebetulan sedang sakit parah. Kucing ini sengaja
saya pelihara dan ditempatkan di tempat khusus.
Pada waktu itu, sebut saja nama si
kucing adalah Edwar, yang asalnya sangat lincah, tiba-tiba jadi pendiam dan
berbaring tidur selama berhari-hari. Kalaupun dia bergerak, sedikit sekali.
Edwar hanya sesekali menghirup udara segar dan menggerak-gerakkan badannya agar
tidak kaku.
Pada waktu itu saya melihat berkali-kali
dia muntah dengan bau yang cukup menyengat. Pertama kali memelihara kucing,
saya merasa kasihan dan coba memberinya susu. Tapi sedikit pun susu itu tidak
disentuhnya sampai akhirnya saya buang karena memang sudah basi.
Lalu saya coba memberinya air dan dia
mencicipinya sedikit-sedikit. Setelah beberapa hari, saya amati kucing itu
tidak makan dan hanya berbaring lemas dan kadang menjilati bagian-bagian tubuh
tertentu dengan air ludahnya, sambil sesekali jalan perlahan keluar.
Saya melihat badannya semakin kurus tapi
sorot matanya tetap tajam dan menunjukkan tanda-tanda untuk bisa cepat sembuh
kembali.
Lalu setelah kucing itu tidak muntah
lagi, dia mulai mencari-cari makanan. Saya coba berikan daging kemasan khusus
makanan kucing, tapi tidak juga dimakannya. Daging yang saya berikan hanya
dijilati dan diciumnya lalu ditinggalkannya. Lalu saya coba berikan dia susu
lagi, dia mulai menjilatinya sedikit-sedikit secara perlahan.
Lalu sekitar 25 % susu yang dijilatinya
masuk ke mulutnya, setelah itu dia tinggalkan dan kembali lagi berbaring.
Keesokan harinya saya berikan lagi dia susu. Lalu dijilatinya labih cepat,
hampir 75%-nya habis diminumnya. Lalu keesokan harinya saya coba beri dia
daging, sekarang Edwar mulai memakannya secara perlahan, dan mengunyahnya cukup
lama. Separuh dari yang disajikan habis dia makan.
Hari berikutnya dia sudah kembali lincah
dan menunjukkan energinya kalau kucing itu sudah benar-benar sehat seperti pada
awalnya yang sangat suka berlari dan meloncat.
Dari pengamatan tersebut, kita bisa
ambil banyak sekali pelajaran yang sudah dilupakan oleh masyarakat modern bahwa
banyak obat yang diberikan pada tubuh dengan dasar asal cepat meredam gejala
penyakit, tanpa peduli pada risiko dan efek samping pada tubuh dalam jangka
panjang.
Kita takut dan sangat cemas ketika berat
badan dan selera makan anak kita menurun ketika sakit, padahal itu semua reaksi
positif tubuh. Bila kita berobat lalu disibukkan dengan terus mengonsumsi obat
anti mual (ketika mual) dan berbagai vitamin nafsu makan ketika sakit.
Inilah ketidaktahuan kita akan bahasa
tubuh yang membuat kita lupa kalau gejala-gejala itu bagian dari reaksi positif
tubuh dalam memberikan informasi ketika tubuh sakit. Kalau seekor kucing yang
lugu dan tidak pernah masuk sekolah atau ikut seminar kesehatan, bisa lebih
bijak dan memahami bahasa tubuhnya lebih baik daripada manusia, maka banyak
sekali pelajaran darinya. Allahu alam. Salam sehat, berkah untuk semua.
